Arti Sebuah 'Cinta'
Hari itu hari rabu. Aku sedang duduk mendengarkan sebuah tausiyah. Kegiatan rutin para santri di sebuah pesantren dimana aku menimba ilmu disana. Tepatnya ba’da ashar kegiatan itu dimulai. Dengan membawa sebuah buku dan pena untuk kami menggoreskan tinta emas yang amat berharga di atasnya agar dapat mengabadikannya. Namun berbeda dengan salah seorang temanku. Tampaknya ada sesuatu yang ingin ia ungkapkan. Sesuatu yang sedang ia pikirkan. Itu terlihat jelas dari wajahnya. Meski ia tetap tertunduk menulis, seperti hal nya teman-teman yang lain, namun aku sangat tau, bukan materi tausiyah yang sedang ia tulis. Hingga akhirnya jemarinya berhenti bergerak. Kutatap sejenak secarik kertas yang sudah penuh dengan tulisan. Gerakan refleks tanganku mengambil kertas itu. Dan temanku, yang ber inisial S.M. hanya berkata “Hanya saja aku sedang memikirkan dan merasakan itu. Jadi aku menuliskannya.” Tanpa terlalu mempedulikan ucapannya, aku langsung membaca secarik kertas itu. Kurang lebih, sep...